Myhidayah’s Weblog

Jangan berhenti tuk pintar selagi kesempatan itu masih ada

Jangan Miringkan Sajadahmu! Februari 13, 2009

Filed under: Novel — hieda @ 1:52 pm
Tags:

Mengerikan sekali jika membayangkan seorang suami menjatuhkan talak ketiga gara-gara emosi sesaat. sedangkan mereka masih saling cinta. Hasilnya, secara syari’at harus ada laki-laki lain yang mengawini istrinya. Dalam dunia nyata, kejadian seperti inipun seingkali terjadi. Kiranya Novel “Jangan Miringkan Sajadahmu!” ini dapat jadi renungan bagi para suami-istri.

Cerita awalnya dimulai dengan pertengkaran antara sepasang suami dan istri yang shaleh dan shalihah.dikarenakan si istri tidak mampu menerima kondisi ayah mertuanya. Si istri, Nastiti, merasa lelah mengurus ayah dari suaminya, Jati. Dan pertengkaran itu berakhir dengan jatuhnya Talak Tiga oleh Jati terhadap Nastiti. Padahal mereka masih sama-sama saling mencintai. Karena nafsu dan emosi sesaat sehingga terlontarlah Talak Tiga. Dan mereka tak bisa mengelak dari syariah mereka tidak bisa rujuk sebelum salah satu di antara mereka menikah dengan orang lain.

Sekelumit dialog saat Jati mendatangi Kyai Badawi, gurunya di pondok pesantren tempat dia mengenyam pendidikan.

“Astaghfirullahal ‘azhiim…! Kenapa bisa begitu, Jat? Kenapa kamu bisa sampai menalak istrimu tiga kali sekaligus?! Apa kamu tidak tahu akibat dari talakmu ini?!”

“Saya tahu, Pak Kiai… Ssss… Saya… Ingin minta tolong kepada Pak Kiai. Saya sangat mencintai istri saya, Pak Kiai. Saya tidak ingin berpisah dengannya. Sss… Saya… Ingin kembali menikahi istri saya, Pak Kiai…,” tangis Jati memelas.

“Nggak bisa, Jat! Walau kamu menangis darah sekalipun, nggak mungkin kamu bisa langsung menikahi istrimu lagi. Kecuali jika istrimu sudah menikah lagi dengan laki-laki lain, itu pun kalau suami baru istrimu itu mau menceraikan istrimu. Kalau tidak, kamu ya tetap tidak bisa menikahi istrimu lagi, Jat, seumur hidupmu…!

Terbayangkah bagaimana rasanya bila sepasang suami-istri yang shalih-shalihah, hanya sebab emosi sesaat, terlontarlah talak tiga?! Maka, jatuhlah talak yang penuh nafsu emosi itu, terpisahlah cinta dan kasih itu. Demi syariah, maka harus ada laki-laki lain yang menyelai cinta suci mereka berdua. Demi syariah yang ditetapkan Allah Swt., Jati dan Nastiti menerima sosok Hafizh dalam kehidupan mereka. Tetapi, rupanya harga diri, emosi, cinta, cemburu, nafsu, sesal, getir, patuh, dan rasa takut kehilangan, sungguh tidak sesederhana itu. Apalagi selalu ada setan yang tak kunjung capek menarik-narik sajadah kepatuhan di hati mereka agar tidak lurus kembali.

Sampai akhirnya Jati jatuh sakit karena memendam cinta dan penyesalannya terhadap Nastiti. Dan Jati meninggal meninggalkan cintanya dalam pelukan yang lain.

 

PUISI LAMA Januari 28, 2009

Filed under: materi — hieda @ 4:44 pm
Tags:

PUISI LAMA

Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

A. PUISI LAMA

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :

Jumlah kata dalam 1 baris

Jumlah baris dalam 1 bait

Persajakan (rima)

Banyak suku kata tiap baris

Irama


1. Ciri-ciri Puisi Lama

Ciri puisi lama:

a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya

b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan

c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima

2. Jenis Puisi Lama

Yang termasuk puisi lama adalah

a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib

b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,  2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka

c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek

d) Seloka adalah pantun berkait

e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat

f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita

g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris

3. Contoh dari Jenis-jenis Puisi Lama

a) Mantra

Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

b) Pantun

Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati

c) Karmina

Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

d) Seloka

Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

e) Gurindam

Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

f) Syair

Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

g) Talibun

Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

4. Ciri-ciri dari jenis puisi lama

a) Mantra

Ciri-ciri:

Ø Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.

Ø Bersifat lisan, sakti atau magis

Ø Adanya perulangan

Ø Metafora merupakan unsur penting

Ø Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius

Ø Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.

b) Pantun

Ciri – ciri :

Ø Setiap bait terdiri 4 baris

Ø Baris 1 dan 2 sebagai sampiran

Ø Baris 3 dan 4 merupakan isi

Ø Bersajak a – b – a – b

Ø Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

Ø Berasal dari Melayu (Indonesia)

c) Karmina

Ciri-ciri karmina

Ø Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.

Ø Bersajak aa-aa, aa-bb

Ø Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.

Ø Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.

Ø Semua baris diawali huruf capital.

Ø Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.

Ø Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.

d) Seloka

Ciri-ciri seloka

Ø Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,

Ø Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

e) Gurindam

Ciri-ciri gurindam

Ø Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian

Ø baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

f) Syair

Ciri-ciri syair

Ø Terdiri dari 4 baris

Ø Berirama aaaa

Ø Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair

g) Talibun

Ciri-ciri:

Ø Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.

Ø Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.

Ø Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.

Ø Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.

Ø Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d

 

Kata Orang Hidup Itu Pilihan Desember 10, 2008

Filed under: Uncategorized — hieda @ 6:10 am
Tags: ,

Orang bilang hidup itu pilihan
Hari-hari yang kita lewati penuh pilihan
Ada yang terlalu sulit untuk kita pilih
Ada yang mudah kita pilih
Kadang pilihan itu buat kita bahagia kadang juga tidak

Pilihan yang tepat
Seperti apapun sakitnya…sedihnya
Tetap akan buat kita bahagia

Tapi pilihan yang tidak tepat
Sekalipun buat kita bahagia
Atau orang lain bahagia tapi kita tidak
Maka pilihan itu akan tetap menyakitkan

Saat ini aku dihadapkan pada pilihan yang sulit
Dan aku tak tau apakah pilihanku ini tepat
atau tidak
Aku tidak tau pilihan ini buat aku bahagia
atau sedih
Tapi apapun itu aku harus tetap memilihnya
memilih…lanjut atau tidak
lanjut atau tidak…
aku tak tau lagi

Aku hanya berharap ada jawaban yang dapat kutemui
di saat dilema melandaku
di saat aku dihadapkan pada pilihan tersulit dalam hidupku.

 

CPNS Depag 2008 dibuka… November 12, 2008

Filed under: Uncategorized — hieda @ 9:23 am
Tags:

Departemen Agama Jawa Timur saat ini telah membuka lowongan CPNS untuk sarjana S1. Formasi yang dibutuhkan sebanyak 535 orang. Pendaftaran dimulai tanggal 17 s/d 19 November 2008. Informasi lebih lengkap lihat di kanwil atau kandepag setempat.

 

Pilgub, Haruskah Golput??? November 3, 2008

Filed under: Uncategorized — hieda @ 2:32 pm

Pernah sih kepikiran untuk golput saat pemilihan Pilgub jatim putaran kedua yang akan dilaksanakan besok pagi, tepatnya tanggal 04 november 2008. Keduanya memang sangat unggul, tapi…??? ada hal yang selama ini membuat saya pindah hati untuk memilih. Kalau pada awalnya saya memilih cagub A, saat ini saya jadi berpindah pada cagub B.

Golput…??? Kenapa kudu golput? itu juga jadi pertanyaan hati saya. kalau dua-duanya unggul tinggal pilih salah satu kan. Sebenarnya ini cuma masalah pilihan. Anehnya ortu mewajibkan anak-anaknya untuk memilih sesuai pilihan ortu. Bahkan selesai nyoblospun masih ditanya apakah pilihannya sesuai dengan yang diharapkan ortu. Wah..segitunya yah…

Yang jadi permasalahan…saat ini kedua ortu beda pilihan. yang ini nyuruh milih cagub A sedang yang satu lagi nyuruh milih cagub B. Kalau golput pasti ketahuan…kena marah pasti. Atau saya buat tidak sah aja. Pusing…??? tidak juga karna saya sudah menetapkan pilihan pada salah satunya. Yah…intinya besok siap-siap bohong neh daripada ortu tengkar mending boong aja ah…

 

CPNS Buat Sarjana Syariah???ada gak??? Oktober 31, 2008

Filed under: Uncategorized — hieda @ 2:50 pm
Tags: , , , ,

Beberapa bulan terakhir ini memang banyak lowongan CPNS dibuka. Peminatnya cukup banyak. Saya juga salah satu peminatnya. Tapi masalahnya sangat jarang ada penerimaan CPNS buat sarjana Hukum Perdata Islam (Syariah). Sedikit harapan saya akan ada formasi yang cocok buat saya di lingkungan CPNS Daerah. Tapi ternyata saya dapat informasi sebaliknya. Tidak ada lowongan yang cocok dengan gelar sarjana saya.

Pernah pengalaman ikut CPNS di PTA (Pengadilan Tinggi Agama), tapi yang diterima tidak lebih dari 5 orang. Sedangkan tiap tahunnya banyak sekali lulusan sarjana Syariah. Kesempatan yang dimiliki oleh lulusan dari sarjana Syariah ini di tingkat Pengadilan sangatlah minim.

Bagaimana dengan DEPAG (Departemen Agama)??? Selama ini informasi lowongan dari DEPAG terkesan mendadak bahkan tertutup. Yang banyak mempunyai peluang disini hanya mereka-mereka yang punya kenalan/ saudara yang bekerja menjadi pegawai DEPAG.

Di sisi lain, ada beberapa lulusan dari sarjana Syariah yang bergabung dengan lembaga advokad. Lembaga ini biasanya sudah bekerja sama dengan pihak fakultas untuk merekrut sarjana Syariah yang mau bergabung dengan advokad. Sayangnya minat dari para sarjana Syariah, sangat sedikit disini.

Kebanyakan mereka yang mengambil jurusan Syariah juga mengambil Program Akta IV. Tujuannya??? tentu agar bisa ikut terjun di dunia pendidikan. Terbukti memang banyak sarjana syariah plus akta ini yang menjadi guru dengan menggunakan ijazah akta IV-nya. Mereka bilang “ ternyata berguna juga ijazah aktanya…”, lalu??? Ijazah SHI-nya…nganggur dong. Tak apa yang penting dapat kerja.

Yah…mungkin emang sarjana syariah harus banting setir. Kalau smua lowongan yang sesuai dengan gelar SHI sudah tidak bisa dicapai. Banting setir kemana??? Itu yang lagi saya pikirkan…berharap masih ada sedikit aja lowongan buat sarjana syariah…paling tidak tahun-tahun terakhir ini saat banyaknya lowongan CPNS dibuka.


 

Maap Lahir Batin… Oktober 9, 2008

Filed under: Uncategorized — hieda @ 2:02 pm
Tags:
karleb

karleb

Aku hanya manusia biasa…ucapku…tingkahku…kata-kataku…kadang buat orang kessal padaku…terutama buat yang sudah capek-capek mampir ke blog ini tapi t’nyata kunjungannya sangat mengecewakan. Mumpung ada kesempatan saling maaf-maafan…maka maafkanlah aku…

 

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.